Arguci, Seni Sulam Payet Khas Kalimantan Selatan

Presiden Jokowi menggunakan laung dan tapih sulam payet arguci pada perayaan 17 Agustus 2017

Masyarakat Banjar memiliki beberapa kerajinan. Salah satu diantaranya adalah seni sulam payet yang dikenal dengan nama Arguci.


Payet yang digunakan adalah payet pipih berbahan plastik. 



Bahan payet yang akan disulam
Seni sulam ini diaplikasikan untuk pakaian terutama untuk pasangan mempelai pernikahan. Saat ini tentu tidak saja digunakan untuk pasangan mempelai pernikahan tetapi juga digunakan sebagai pakaia adat acara-acara resmi. 

Baca juga: Pakaian mempelai pernikahan adat Banjar

Berikut beberapa tokoh nasional dalam menggunakan pakaian adat dengan motif sulam payet arguci.



Presiden SBY dan Bu Ani serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel (Periode 2010-2015) menggunakan Pakaian Adat Banjar dengan Motif Arguci Sulam Payet Banjar

Selain pakaian, seni sulam payet arguci juga diterapkan di hiasan dinding. Seperti kaligrafi.








Proses Pembuatan

Dalam proses pembuatan arguci ini diperlukan kerangka mirip meja tetapi tanpa alas, hanya rangkanya saja. Kain beludru yang merupakan media sulam diletakkan di meja ini dan diatur sisinya agar kencang. Kemudian dibuat sketsa. Sulaman payet mengikuti sketsa yang telah dibuat.


Proses sulam payet arguci


Arguci dan Zaman Now

Saat ini dalam upaya mempertahankan tradisi ini muncul inovasi dan kreativitas produk-produk lain dalam pengaplikasian seni sualam ini. Di antaranya adalah untuk sarug bantal sofa, tissue box cover, cover gelas, dll.

Bagi saya produk kesenian satu ini termasuk yang sulit untuk dipertahankan. Minat generasi muda sangat rendah. Di sisi yang lain aplikasi penerapannya juga sangat terbatas. Diperlukan upaya tak kenal lelah untuk selalu berinovasi dan berkreativitas agar mempertahankannya. Semoga seni kerajinan ini bisa bertahan. []




Pujo Nugroho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar